Apartemen: Hunian Paling Logis di Ibukota

Tips Dan Info

Apartemen: Hunian Paling Logis di Ibukota

2018-04-10 07:22:44Oleh Poel

Rumah sejatinya bukan hanya tempat untuk berlindung dari terik matahari dan curah hujan saja. Lebih dari itu, bagi sebuah keluarga rumah menjadi arti penting sebagai ruang tumbuh kembang, saling memadu kasih sayang, dan aktivitas lain yang tidak bisa dilakukan di luar.

Begitu besar perannya, tak pelak unsur utama yang harus dipenuhi dalam sebuah rumah adalah nyaman dan aman. Nyaman dan aman untuk dihuni karena lingkungannya yang baik, dekat dengan pusat kegiatan masing-masing anggota keluarga, serta suasana sekitar yang mendukung bagi kehidupan.

Dalam menemukan rumah yang tepat, masyarakat yang tinggal di Indonesia dihadapkan pada beberapa pilihan lingkungan.

Antara pemukiman yang cukup padat penduduk, rumah berkonsep klaster dan townhouse, atau berani mencoba tinggal di hunian vertikal seperti yang lumrah di negara-negara maju.

Mengingat terbatasnya lahan terutama di kota-kota besar termasuk tengah kota Jakarta, living in apartment memang sudah menjadi pilihan dan solusi tempat tinggal yang paling logis. Apalagi mempertimbangkan harga rumah yang melambung tinggi dan nyaris sulit digapai.

Di kawasan Jalan MH Thamrin, harga pasaran rumah terkini diperkirakan sudah mencapai Rp100 juta lebih per meter persegi, sementara di kawasan Kuningan diprediksi mencapai Rp70 juta per meter persegi. Lebih rendah, di kawasan Gatot Subroto berkisar Rp45 jutaan per meter persegi.

Ilustrasinya, agar bisa menjadi warga dari kawasan bisnis Kuningan berarti harus mampu menyiapkan kocek Rp7 miliar untuk rumah dengan luas bangunan 100m2. Padahal sebenarnya kocek tersebut bisa dipangkas lebih dari setengahnya, jika memilih untuk beralih membeli apartemen.

Hal ini tentu bukan sekadar ilustrasi, melainkan fakta yang bisa ditemukan langsung kebenarannya. Masih dalam bagian dari Segitiga Emas Jakarta, apartemen The Masterpiece dan The Empyreal menawarkan hunian bergengsi seluas 86,84m2 dengan harga Rp3 miliar.

Lokasinya berada di megasuperblok terpadu Rasuna Epicentrum, Kuningan, seluas 53,6Ha dan mengusung konsep ‘kota di dalam kota’. Sehingga kawasan ini terintegrasi dengan kenyamanan tinggal, bekerja, dan menikmati hiburan di pusat kota Jakarta.

Saling terintegrasi satu dengan lainnya seperti Bakrie Tower, Epiwalk, Epiwalk Office Suites (Epiwos), Elite Club Epicentrum, Plaza Festival, hingga Gelanggang Olahraga Sumantri Brojonegoro. Bagi sebuah keluarga yang mendambakan gaya hidup praktis, efektif, dan efisien, tinggal di superblok memang seolah jadi ‘surga’ tersendiri.

“Megasuperblok Rasuna Epicentrum dikembangkan sekitar tahun 1995. Saya masih ingat, saat launching apartemen pertama Taman Rasuna itu orang sampai rela antre panjang. Dan sudah berdiri 23 tahun lamanya, perkembangan dari tahun ke tahun di sini semakin pesat. Peluang tumbuh juga masih ada,” papar Division Head Sales PT Bakrie Swasakti Utama (BSU), Reynold Sihombing.

 

Susah Move On

Menyoal permintaan, apartemen di megasuperblok diklaim punya volume yang masih tinggi. Ia mengatakan, “Buktinya ada, okupansi di Taman Rasuna mencapai 80%. Sementara segmen ekspatriat lebih menyasar The Masterpiece dan The Empyreal untuk hunian sewa.”

Dengan tinggal di apartemen pusat kota atau dikenal istilah central business district (CBD), memang segalanya akan jauh lebih dekat. Mengingat CBD adalah pusat bisnis bagi seluruh kota di dunia, lahan kosong di daerah tersebut selalu jadi rebutan. Baik untuk pengembangan properti retail, kantor, maupun residensial.

“Pertama, harus diakui konsep yang diusung Rasuna Epicentrum cukup baik dan nyaman. Tidak terlalu crowded dibanding kawasan Mega Kuningan yang traffic-nya sibuk banget, bahkan untuk lari pagi atau sore hari sudah gak nyaman lagi.

“Lalu kedua, menuju pusat kebutuhan sehari-hari seperti supermarket, tempat makan, mal, bahkan lokasi kerja bisa dijangkau hanya dengan berjalan kaki. Silakan diperiksa sendiri, berapa meter jaraknya dengan CBD Kuningan. Kemudahan inilah yang membuat penghuni yang sudah lama tinggal di sini merasa homey dan susah move on,” ia menjelaskan.

Sedangkan dari sisi investasi, properti di komplek Rasuna Epicentrum menjanjikan kenaikan harga yang sangat cepat.

“Sehingga bagi mereka yang punya orientasi untuk melakukan perputaran uang, sangat mungkin meraup untung besar. Setahun belakangan di tengah pasar yang lesu, kenaikan harganya cukup bagus bisa sampai 15%,” tutupnya.